Rss Feed

  1. Tepatnya tanggal 17 Agustus 2012,

    Setiap tanggal 17 Agustus pasti dilakukan upacara dlm rangka menghormati kemerdekaan RI. Di kantorku sendiri ada upacara, tidak semua kantor mengadakan upacara 17an, biasanya yg upacara kantor yang dibawah naungan pemerintah(PNS) atau BUMN, untuk perusahaan swasta biasanya tak ada upacara 17an.

    Upacara di tiap tempat punya kekhasan tersendiri. Seperti di istana yg dihadiri presiden dgn ciri khas banyak tentara, marching band, undangan para veteran dsb serta acara2 lainnya.
    Tetapi acara pokok upacara 17an pasti dilakukan sama di semua tempat. Acara wajib tsb yaitu : pengibaran bendera diiringi lagu kebangsaan, pembacaan teks Pancasila, pembukaan UUD’45, proklamasi, mengheningkan cipta, pidato inspektur upacara, nyanyian lagu wajib dan pembacaan doa.

    Kita upacara dengan seragam batik dan bersepatu, untuk petugas memakai seragam putih hitam dan beserta atributnya, untuk wanita berjilbab berkerudung hitam.
    Sebelum upacara dimulai, kita wajib absen dulu.. dan lapangan dimeriahi oleh lagu2 kebangsaan. Lapangan juga sudah bersih.

    Saat upacara dimulai para peserta berkumpul di lapangan. Para pria berbaris di sebelah barat, wanita di sebelah timur. Setelah pengibaran bendera, pembacaan teks bersejarah dan mengheningkan cipta dan pidato inspektur upacara : biasanya membicarakan tentang pekerjaan dan dedikasi apa yang telah kita berikan kepada perusahaan, meningkatkan kinerja dan lainnya dan hanya pegal serta kepanasan sih ga seberapa dibandingkan pahlawan kita dulu. Namun jiwa mereka untuk bekerja selama bekerja puluhan tahun patut diacungi jempol, memang layak dicap pahlawan masa kini yang mau berbakti menghidupi keluarga dan perusahaan.

    Setelah itu doa dan upacara di bubarkan.

    foto bersama rekan-rekan dan pejabat tinggi di kantorku tahun 2012

    foto bersama rekan-rekan saat upacara tahun 2014


    Menjadi sebuah ironi ketika upacara bendera setiap 17 Agustus tidak lagi dianggap sebagai bentuk peringatan untuk menghayati kembali nafas perjuangan kemerdekaan, namun hanyalah sebatas formalitas atau seremony kegiatan rutin tahunan. Tidak hanya itu, bahkan ada sebagian orang yang melakukan upacara bendera 17 Agustus merupakan bentuk “keterpaksaan” karena diwajibkan oleh kantor tempat mereka bekerja ataupun sekolah tempat siswa belajar. Kita seakan melupakan bahwa perjuangan kemerdekaan diraih dengan perjuangan bahkan hingga mengorbankan nyawa seseorang, akan tetapi hanya berdiri dan mengikuti prosesi peringatan upacara bendera saja sebagian orang merasa lelah, capek bahkan menganggapnya tidak penting dan lebih baik tidur di rumah (karena setiap 17 Agustus pasti diliburkan).

    Membiasakan diri mengikuti upacara bendera memperingati hari kemerdekaan 17 Agustus, paling tidak membuat kita berefleksi, apa saja yang sudah kita lakukan buat bangsa dan negeri Indonesia ini ? Apabila para pejuang kemerdekaan sudah berjuang merebut kemerdekaan, dengan cara apa rakyat Indonesia saat ini mengisi kemerdekaan tersebut ? Tongkat estafet negeri yang akan berusia 67 tahun ini ada di tangan anda dan saya, menjadi sebuah pertanyaan refleksi, masihkah ada rasa nasionalisme dalam diri kita untuk bangga terhadap Indonesia dan membawa bangsa ini menjadi bangsa yang adil, makmur dan sejahtera ? Jika jawaban “Ya”, maukah kita memulainya dari bentuk nasionalisme yang sederhana yaitu mengikuti upacara bendera memperingati hari kemerdekaan 17 Agustus ?

  2. 0 komentar:

    Posting Komentar

profil