- Tanda := dipakai untuk menugaskan (assign) nilai kepada suatu variabel
- Setiap pengetikan dengan menggunakan PL/SQL selalu diakhiri dengan tanda /(slash).
-
LA 1 (Intro = Menghitung Luas Lingkaran PL/SQL)
Senin, 28 Maret 2016
Program Menghitung Luas Lingkaran pada PL/SQL,berikut codingannya
Outputnya seperti ini
Penjelasan
declare : bagian dari struktur PL/SQL untuk mendeklarasikan variabel yang akan kita buatr number(3) : variabel jari yang bertipe data number sebanyak 3 karakterphi number(4) := 3.14; Variabel phi yang bertipe data number dan bernilai 3.14luas number (5); Variabel luas yang bertipe data numberbegin untuk memulai baris codingr := 4; variabel jari-jari bernilai 4luas := phi*(r*r); variabel luas dengan rumus jari-jaridbms_output.put_line('Luas lingkaran : ' || luas); untuk menampilkan nilai luas lingkaran yang dihitung oleh variabel luasend; untuk mengakhiri program/
Diposting oleh annazigans di 09.37 | Label: PL/SQL | 0 komentar | Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook |
-
Hai sahabat blogger, disini saya ingin membagikan laporan pendahuluan praktikum minggu kemarin tentang Percabangan pada PL/SQL.
SOAL
1. Apakah yang dimaksud dengan Percabangan pada PL/SQL?
Percabangan adalah opsi atau pilihan yang didasarkan atas satu atau beberapa kondisi tertentu. Sebuah atau beberapa statemen akan di jalankan jika kondisi tersebut bernilai TRUE dan sebaliknya tidak akan dieksekusi jika kondisi tersebut tidak terpenuhi.
2. Sebutkan macam-macam Percabangan pada PL/SQL!
A. Struktur percabangan dengan satu kondisi
IF kondisi THEN
Statemen_1;
...
END IF;
B. Struktur percabangan dengan dua kondisi
IF kondisi THEN
Statemen_1;
...
ELSE
Statemen_2;
...
END IF;
C. Struktur percabangan dengan tiga kondisi
IF kondisi_1 THEN
Statemen_1;
...
ELSIF kondisi 2 THEN
Statemen_2;
...
ELSE
Statemen_3;
...
END IF;
3. Berikan contoh program Percabangan pada PL/SQL!
SET SERVEROUTPUT ON
DECLARE
BIL INTEGER := 100;
BEGIN
IF MOD(BIL,2)=0 THEN
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE(TO_CHAR(BIL)|| ' adalah bilangan Genap');
END IF;
END;
/
Diposting oleh annazigans di 09.35 | Label: PL/SQL | 0 komentar | Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook |
-
Hasil Uji Coba Kabel UTP
Kamis, 17 Maret 2016
Pada tugas kali ini saya ingin membagikan sedikit saja penjelasan uji coba kabel UTP, yaitu Straight dan Cross. Seperti yang telah kita ketahui pada pembahasan sebelumnya, kita sudah mencoba crimping dari 2 jenis kabel jaringan tersebut dan pada kesempatan kali ini saya mencoba untuk tes dengan IP Adreess yang berbeda. saya menggunakan 3 susunan kabel yaitu : Straight-Straight, Cross-Cross dan Straight-Cross.Berikut gambar dari hasil uji coba yang saya lakukan :#Straight-Cross
#Straight - Straight
#Cross - Cross
(gambar terakhir adalah uji coba pada SO linux)Pada gambar yang kita lihat diatas memunculkan kata "reply" yang artinya komputer tujuan memberikan respon terhadap pesan yang dikirim. Dengan kata lain, perangkat komputer tujuan masih terhubung dan dapat diakses.Berikut Tabel Pengujiannya
TABEL UJI COBA KABEL UTP NO. SUSUNAN KABEL IP TUJUAN HASIL PING HASIL FILE SHARING 1 straight - cross 192.168.1.5 Reply Success 2 straight - straight 192.168.10.108 Reply Success 3 straight - cross 92.92.4.24 Reply Success 4 straight - straight 12.12.1.8 Reply Success 5 straight - straight 10.10.5.8 Reply Success 6 straight - cross 192.168.10.8 Reply Success 7 straight - cross 192.168.8.7 Reply Success 8 straight - straight 127.0.0.1 Reply Success 9 Cross – Cross 192.168.1.101 Reply Success 10 Cross – Cross 10.1.82.1 Reply Success
Kesimpulannya adalah :Dari berbagai uji coba yang saya alami adalah success dan ada beberapa kemungkinan mengalami gagal. biasanya muncul RTO atau Request Time Out dan DHU atau Destination unreachable.Cara mengatasinya apabila RTO adalah
- Cek penulisan IP Tujuan pada saat ping
- Cek apakah pemasangan kabel sudah tepat di komputer tujuan
- Cek kembali NetID pada komputer tujuan
- Matikan Firewall di kedua komputer
dan kalau hasilnya DHU atau Destination unreachable
- Pastikan kembali koneksi perangkat jaringan sudah baik/benar posisinya
- Jika memakai perangkat wireless USB, lihat lampu indicator menyala atau tidak
- Coba pindahkan ke port USB yang lain (kalau ga bisa juga, ganti yang baru :)Diposting oleh annazigans di 17.30 | Label: JARKOM | 0 komentar | Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook |
-
Tutorial Crimping menghubungkan Laptop pada Jaringan LAN ( Straight )
Kamis, 10 Maret 2016
Selamat Pagi Teman-Teman, Disini saya ingin membagikan sedikit pengalaman saya mendapat tugas dari Dosen mengenai Crimping, mungkin bagi kalian yang awam masih bertanya-tanya apa sih itu Crimping? beda dengan anak jaringan yaa, yang mungkin ini sudah makanan sehari-hari hihi apalagi saya anak multimedia yang dulu kerja'annya cuma di dunia software design dan tidak mengetahui apa itu Crimping, setelah saya browsing di google, ternyata crimping itu adalah proses dimana sebuah kabel jaringan di proses agar mampu menjadi sebuah kabel jaringan yang utuh atau sempurna, atau singkatnya crimping adalah cara membuat kabel jaringan.
Untuk menyambung kabel UTP ke konektor RJ-45 terdapat dua tipe penyambungan, yaitu straight dan cross, di mana keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Pengkabelan dengan cara straight digunakan untuk menyambungkan PC dengan hub/switch sedangkan pengkabelan dengan cara cross digunakan untuk menghubungkan pc ke pc langsung tanpa hub/switch atau menghubungkan hub/switch dengan hub/switch.
nah, sebelum kita mulai, bahan-bahan yang harus dipersiapkan adalah kabel utp, konektor RJ-45, dan Tang crimping dan kalo lebih bagus kalo kamu ada Lan Tester untuk menguji kabel. seperti ini bahannya...
Untuk membuat kabel Straight, susunan warna yang digunakan adalah :
Sususan warna pada ujung 1 = Putih Orange, Orange, Putih Hijau, Biru, Putih Biru, Hijau, Putih Coklat, Coklat
Sususan warna pada ujung 2 sama dengan ujung 1.
Untuk membuat kabel Cross, susunan warna yang digunakan adalah :
Susunan warna pada ujung 1 = Putih Orange, Orange, Putih Hijau, Biru, Putih Biru, Hijau, Putih Coklat, Coklat
Susunan warna pada ujung 2 yaitu = Putih Hijau, Hijau, Putih Orange, Biru, Putih Biru, Orange, Putih Coklat, Coklat.
Cara Crimping1. Potong atau Kupas kulit kabel selebar 2 cm.2. Setelah dipotong, regangkan kabel seperti ini agar kita bisa lihat warna untuk penyusunannya.3. Susun rapi delapan kabel yang terdapat didalam sesuai dengan gambar dan penjelasan diatas. Kemudian luruskan kabel yang masih kusut.4. Ratakan ujung kabel, urutkan warna dengan benar dan ujung kabel sudah rata, masukan kabel kedalam konektor RJ-45, pastikan ujung kabel menyentuh ujung RJ-45.
5. Setelah yakin urutan warna benar dan ujung kabel sudah rata, jepitlah menggunakan Tang Crimping.
6. Setelah menyelesaikan kedua ujung kabel, uji menggunakan Lan tester, jika semua lampu menyala, berarti kabel tersebut telah di crimping dengan benar dan bisa digunakan.Selanjutnya saya akan mengecek koneksi dari laptop, kemudian ketik cmd maka secara otomatis akan masuk pada tampilan Command Promp. Lalu ketik ping 192.168.88.1 maka hasilnya adalah seperti dibawah ini:
Cara PING ini bukan mempercepat koneksi internet anda. Melainkan ini hanya menstabilkan dan melihat seberapa cepat paket data yang terkirim dari provider yang anda gunakan.Diposting oleh annazigans di 11.04 | Label: JARKOM | 0 komentar | Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook |
-
SOFTWARE PRAKTIKUM SEMESTER 6
Selasa, 01 Maret 2016
Sedikit penjelasan tentang StarUML dan Oracle...
StarUML
StarUML adalah sebuah proyek open source untuk pengembangan secara cepat, fleksibel, extensible, featureful, dan bebas-tersedia. UML / platform MDA berjalan pada platform Win32. Tujuan dari proyek StarUML adalah untuk membangun sebuah alat pemodelan perangkat lunak dan juga platform yang menarik adalah pengganti alat UML komersial seperti Rational Rose, Together dan sebagainya.
StarUML menyediakan secara sederhana dan kuat arsitektur plug-in sehingga siapapun dapat mengembangkan plug-in modul dalam bahasa COM-kompatibel (C + +, Delphi, C #, VB, dll)
Hal yang paling penting dalam pengembangan perangkat lunak adalah Usability. StarUML diimplementasikan untuk memberikan berbagai fitur yang user-friendly seperti dialog Cepat, manipulasi Keyboard, ikhtisar Diagram, dll.
StarUML sebagian besar ditulis dalam Delphi. Namun, StarUML adalah proyek multi-bahasa dan tidak terikat dengan bahasa pemrograman tertentu, sehingga setiap bahasa pemrograman dapat digunakan untuk mengembangkan StarUML. (Misalnya, C / C + +, Java, Visual Basic,Delphi, JScript, VBScript, C #, VB.NET, dll)
ORACLE
Oracle Express Edition (XE) , versi gratis teknologi Oracle 10g. Kita bisa belajar mencoba dgn tanpa bayar. Bahkan versi ini sudah dilengkapi dengan Web Server & Application Builder. Tinggal install dan nikmati.
Sasaran Tembak dari Oracle XE adalah :
- Pengguna database gratis seperti MySQL, PostGreSQL etc.
- Mindset dari mahasiswa komputer yang kelak akan bekerja dikantor.
- Unit usaha kecil yang diharapkan akan meng-upgrade databasenya dari XE ke versi yang lebih canggih.
DOWNLOADhttp://www.mediafire.com/download/51zz3zxmc51by80/Program.rarDiposting oleh annazigans di 11.29 | Label: 3KA40 | 0 komentar | Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook |
-
Jembatan Gantung Desa Kolelet Banten
Senin, 15 Februari 2016
LEBAK,- Masyarakat Kolelet merasa bersyukur, mengingat Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah memulai pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Koleletwetan Kecamatan Rangkasbitung, Lebak dengan Kp. Kembang Desa Bojong Pandan Kabupaten Serang.
Penantian Panjang Warga kedua desa yang dipisahkan oleh sugai Ciujung ini terjawab sudah. Pembangunan jembatan gantung sepanjang 135 m ini dimulai sejak tanggal 5 Oktober 2015 dan rencananya akan selesai dalam waktu 80 hari.Dana sebesar Rp. 42,6 Milyar lebih dikucurkkan Pemerintah Pusat melalui Dierjen Bina Marga Kementerian PU Pera, untuk membangun 10 jembatan gantung di Wilayah Kabupaten Lebak. Seperti diketahui sebelumnya Menteri PU Pera Basuki Hadimuljono, berjanji akan membangun jembatan gantung yang menjadi lintasan siswa sekolah dan memiliki panjang diatas 100 m.“Agar anak sekolah aman maka jembatan gantung yang digunakan siswa untuk berangkat kesekolah dan panjangnya lebih dari 100 meter akan dibangun oleh pemerintah pusat” Ujarnya saat meninjau Jembatan Sinday yang putus dan memakan korban puluhan siswa SD, Bulan Maret 2015 lalu.Sementara Nani Haerani (37) warga kolelet dan juga seorang guru yang mengajar di Desa setempat mengaku bersyukur dengan dibangunnya jembatan gantung, mengingat selama ini anak-anak sekolah dari kampung seberang menggunakan perahu sebagai moda transportasinya.“Waktu jam berangkat dan pulang sekolah Kami selalu dibayangi rasa cemas sebab pernah ada kejadian perahu yang mengangkut para siswa kami terbalik, untung saja tidak sampai ada korban jiwa” Ujarnya Kepada Media, Rabu (29/10/2015).Namun ada beberapa warga yang menyayangkan pembangunan jembatan itu, karena tidak dilengkapi dengan Plang Proyek yang jelas, dari pantauan meyouweall papan proyek yang dipasang disekitar lokasi mencantumkan nilai kontrak Rp. 42.6 Milyar lebih untuk pembangunan 10 Unit Jembatan Gantung yang tersebar diseluruh Wilayah Kabupaten Lebak dengan nama proyek Pembangunan Jembatan Gantung Kolelet CS, dengan Kontraktor PT. Amarta Karya.“Nilai untuk membangun jembatan pasti tidak sama, jadi masyarakat susah untuk mengawasi pembangunannya kalau tidak mengetahui nilai kontrak untuk membangun satu-persatu jembatan ini” Ujar Warga yang tidak mau disebutkan namanya.Sementara Ketua Komisi Transparansi dan Partisipasi (KTP) Kabupaten Lebak, Maesaroh, menjelaskan bahwa sudah ada pengaduan masyarakat perihal permasalahan tersebut, pihaknya mengaku akan segera melakukan investigasi dan meminta penjelasan kepada pihak pelaksana.“Iya kami sudah tau itu dan Kami akan segera melakukan investigasi” Ujarnya singkat saat dihubungi melalui telepon genggamnya.Diposting oleh annazigans di 15.01 | Label: Proyek AMKA | 0 komentar | Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook |
-
Penelitian Karya Ilmiah
Jumat, 22 Januari 2016
Contoh Penelitian Karya Ilmiah " Dampak Sampah bagi Kehidupan"BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap menjadi PR besar bagi bangsa Indonesia adalah faktor pembuangan limbah sampah plastik. Kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola.
Manusia memang dianugerahi Panca Indera yang membantunya mendeteksi berbagai hal yang mengancam hidupnya. Namun di dalam dunia modern ini muncul berbagai bentuk ancaman yang tidak terdeteksi oleh panca indera kita, yaitu berbagai jenis racun yang dibuat oleh manusia sendiri. Lebih dari 75.000 bahan kimia sintetis telah dihasilkan manusia dalam beberapa puluh tahun terakhir. Banyak darinya yang tidak berwarna, berasa dan berbau, namun potensial menimbulkan bahaya kesehatan.
Sebagian besar dampak yang diakibatkannya memang berdampak jangka panjang, seperti kanker, kerusakan saraf, gangguan reproduksi dan lain-lain. Sifat racun sintetisyang tidak berbau dan berwarna, dan dampak kesehatannya yang berjangka panjang, membuatnya lepas dari perhatian kita. Kita lebih risau dengan gangguan yang langsung bisa dirasakan oleh panca indera kita. Hal ini terlebih dalam kasus sampah, di mana gangguan bau yang menusuk dan pemandangan (keindahan/kebersihan) sangat menarik perhatian panca indera kita.
Begitu dominannya gangguan bau dan pemandangan dari sampah inilah yang telah mengalihkan kita dari bahaya racun dari sampah, yang lebih mengancam kelangsungan hidup kita dan anak cucu kita.
B. Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan sampah?
Bagaimana dampak sampah bagi kehidupan?
Bagaimana bahaya sampah plastik bagi kesehatan dan lingkungan?
Bagaimana usaha mengendalikan sampah?
C. Tujuan Penulisan
Mengetahui bahaya racun yang terkandung di dalam sampah.
Mengidentifikasikan apa itu sampah.
D. Manfaat Penulisan
Agar kita sadar akan bahaya sampah bagi lingkungan dan kesehatan manusia dan memulai untuk membuang sampah pada tempatnya. Agar terciptanya lingkungan bersih bebas dari sampah dan kesehatan yang baik bagi masyarakat ataupun para pelajar Indonesia. Karena jika dibiarkan terus menerus suatu saat negara kita bisa menjadi Lautan Sampah.BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
Pengertian Sampah
Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan”.
Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.” (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996). Berangkat dari pandangan tersebut sehingga sampah dapat dirumuskan sebagai bahan sisa dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sampah yang harus dikelola tersebut meliputi sampah yang dihasilkan dari:
• Rumah tangga
• Kegiatan komersial: pusat perdagangan, pasar, pertokoan, hotel, restoran, tempat hiburan.
• Fasilitas sosial: rumah ibadah, asrama, rumah tahanan/penjara, rumah sakit, klinik, puskesmas
• Fasilitas umum: terminal, pelabuhan, bandara, halte kendaraan umum, taman, jalan,
• Industri
• Hasil pembersihan saluran terbuka umum, seperti sungai, danau, pantai.
Sampah padat pada umumnya dapat di bagi menjadi dua bagian : Sampah Organik (biasa disebut sampah basah) dan sampah anorganik (sampah kering).
Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran dll. Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri.
Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, tas plstik, kertas, koran, dan karton merupakan pengecualian.
Berdasarkan asalnya, kertas, koran, dan karton termasuk sampah organik. Tetapi karena kertas, koran, dan karton dapat didaur ulang seperti sampah anorganik lain (misalnya gelas, kaleng, dan plastik), maka dimasukkan ke dalam kelompok sampah anorganik.
Dampak sampah bagi manusia dan lingkungan
Sudah kita sadari bahwa pencemaran lingkungan akibat perindustrian maupun rumah tangga sangat merugikan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Melalui kegiatan perindustrian dan teknologi diharapkan kualitas kehidupan dapat lebih ditingkatkan.
Namun seringkali peningkatan teknologi juga menyebabkan dampak negatif yang tidak sedikit. Dampak bagi kesehatan Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menimbulkan penyakit.
Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut:
• Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai.
• Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit).
• Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernakan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah.
Telah dilaporkan bahwa di Jepang kira-kira 40.000 orang meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh raksa (Hg). Raksa ini berasal dari sampah yang dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator.
Dampak Terhadap Lingkungan Cairan rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis. Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas-cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini dalam konsentrasi tinggi dapat meledak. Dampak terhadap keadaan social dan ekonomi :
• Pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat: bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana-mana.
• Memberikan dampak negatif terhadap kepariwisataan.
• Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat.
• Hal penting di sini adalah meningkatnya pembiayaan secara langsung (untuk mengobati orang sakit) dan pembiayaan secara tidak langsung (tidak masuk kerja, rendahnya produktivitas).
• Pembuangan sampah padat ke badan air dapat menyebabkan banjir dan akan memberikan dampak bagi fasilitas pelayanan umum seperti jalan, jembatan, drainase, dan lain-lain.
• Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang tidak memadai, seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan air. Jika sarana penampungan sampah kurang atau tidak efisien, orang akan cenderung membuang sampahnya di jalan. Hal ini mengakibatkan jalan perlu lebih sering dibersihkan dan diperbaiki.
Bahaya Sampah Plastik bagi Kesehatan dan Lingkungan
Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap menjadi “PR” besar bagi bangsa Indonesia adalah faktor pembuangan limbah sampah plastik. Kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola. Diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuat sampah bekas kantong plastik itu benar-benar terurai. Namun yang menjadi persoalan adalah dampak negatif sampah plastik ternyata sebesar fungsinya juga.
Dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna. Ini adalah sebuah waktu yang sangat lama. Saat terurai,partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah. Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia.
Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi. Kantong plastik juga penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air, tanggul. Sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk. Diperkirakan, 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika sampah-sampah ini dibentangkan maka, dapat membukus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat!
Coba anda bayangkan begitu fantastisnya sampah plastik yang sudah terlampau menggunung di bumi kita ini. Dan tahukah anda? Setiap tahun, sekitar 500 milyar-1 triliyun kantong plastik digunakan di seluruh dunia. Diperkirakan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik setiap tahunnya (coba kalikan dengan jumlah penduduk kotamu!) Lebih dari 17 milyar kantong plastik dibagikan secara gratis oleh supermarket di seluruh dunia setiap tahunnya.
Kantong plastik mulai marak digunakan sejak masuknya supermarket di kota-kota besar. Sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat energi. Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik mengeluarkan gas rumah kaca.
Usaha pengendalian sampah.
Untuk menangani permasalahan sampah secara menyeluruh perlu dilakukan alternatif pengolahan yang benar. Teknologi landfill yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah lingkungan akibat sampah, justru memberikan permasalahan lingkungan yang baru.
Kerusakan tanah, air tanah, dan air permukaan sekitar akibat air lindi, sudah mencapai tahap yang membahayakan kesehatan masyarakat, khususnya dari segi sanitasi lingkungan. Gambaran yang paling mendasar dari penerapan teknologi lahan urug saniter(sanitary landfill) adalah kebutuhan lahan dalam jumlah yang cukup luas untuk tiap satuan volume sampah yang akan diolah.
Teknologi ini memang direncanakan untuk suatu kota yang memiliki lahan dalam jumlah yang luas dan murah. Pada kenyataannya, lahan di berbagai kota besar di Indonesia dapat dikatakan sangat terbatas dan dengan harga yang tinggi pula. Dalam hal ini, penerapan lahan urug saniter sangatlah tidak sesuai.
Berdasarkan pertimbangan di atas, dapat diperkirakan bahwa teknologi yang paling tepat untuk pemecahan masalah di atas, adalah teknologi pemusnahan sampah yang hemat dalam penggunaan lahan.
Konsep utama dalam pemusnahan sampah selaku buangan padat adalah reduksi volume secara maksimum. Salah satu teknologi yang dapat menjawab tantangan tersebut adalah teknologi pembakaran yang terkontrol atau insinerasi, dengan menggunakan insinerator.
Teknologi insinerasi membutuhkan luas lahan yang lebih hemat, dan disertai dengan reduksi volume residu yang tersisa (fly ash dan bottom ash) dibandingkan dengan volume sampah semula. Ternyata pelaksanaan teknologi ini justru lebih banyak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan berupa pencemaran udara. Produk pembakaran yang terbentuk berupa gas buang COx, NOx, SOx, partikulat, dioksin, furan, dan logam berat yang dilepaskan ke atmosfer harus dipertimbangkan.
Selain itu proses insinerator menghasilakan Dioxin yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, misalnya kanker, sistem kekebalan, reproduksi, dan masalah pertumbuhan. Global Anti-Incenatot Alliance (GAIA) juga menyebutkan bahwa insinerator juga merupakan sumber utama pencemaran Merkuri. Merkuri merupakan racun saraf yang sangat kuat, yang mengganggu sistem motorik, sistem panca indera dan kerja sistem kesadaran.
Belajar dari kegagalan program pengolahan sampah di atas, maka paradigma penanganan sampah sebagai suatu produk yang tidak lagi bermanfaat dan cenderung untuk dibuang begitu saja harus diubah.
Produksi Bersih (Clean Production) merupakan salah satu pendekatan untuk merancang ulang industri yang bertujuan untuk mencari cara-cara pengurangan produk-produk samping yang berbahaya, mengurangi polusi secara keseluruhan, dan menciptakan produk-produk dan limbah-limbahnya yang aman dalam kerangka siklus ekologis.BAB III
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan dengan metode :
1. Variabel dan Defenisi Operasional Variabel
Variabel bebas : Dampak sampah bagi kehidupan
Variabel Kontrol : Potensi bahaya yang ditimbulkan oleh sampah
Variabel Terikat : Usaha pengendalian sampah.
Operasional Variabel : Lamanya waktu yang diperlukan untuk menguraikan sampah yang dapat mengakibatkan terganggunya kesehatan.
2. Rancangan Penelitian
Penelitian dilakukan dengan sistem Questioner berupa wawancara terhadap 5 orang pelajar SMAN2 T.Tinggi. Setiap orang diberikan 5 pertanyaan acak. Wawancara dilakukan pada tanggal 03 September 2013 saat pulang sekolah.
3.Populasi dan Sampel
Populasinya adalah semua jenis sampah.
Sampelnya adalah sampah sampah rumah tangga.
4. Instrumen Penelitian
Melakukan searching di internet.
Melakukan Questioner ke berbagai orang secara acak
5. Prosedur Pelaksanaan Penelitian
Menentukan pertanyaan tertulis sebanyak 5 pertanyaan
Mengumpulkan hasil pertanyaan
6. Analisis Data
Pengelompokan penjawab dibagi menjadi 2, yaitu kelompok A: kelompok yang menyatakan ya dan kelompok B: kelompok yang menjawab tidak. Dan data yang diperoleh adalah:
1. Pelajar yang menganggap pentingnya membuang sampah kepada tempatnya
Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil:
Opsi A memperoleh skor 5 dan opsi B memperoleh skor 0. Dengan demikian Opsi A lebih banyak dari Opsi B. Berarti para pelajar mengerti akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya.
2. Pelajar yang sering membuang sampah pada tempatnya
Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil:
Opsi A memperoleh skor 2 dan Opsi B memeroleh skor 3. Dengan demikian Opsi A lebih sedikit dari Opsi B. Berarti masih ada pelajar yang tidak membuang sampah pada tempatnya.
3. Pelajar yang tau dampak sampah bagi kehidupan
Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil:
Opsi A memperoleh skor 5 dan Opsi B memperoleh skor 0. Dengan demikian Opsi A lebih banyak dari Opsi B. Berarti para pelajar mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh sampah.
Dari analisis data diatas dapat disimpulkan bahwa “Para pelajar tau akan bahaya dan dampak yang ditimbulkan oleh sampah tapi kesadaran mereka tidak dibarengi dengan perlakuan mereka untuk membuang sampah pada tempatnya, itulah masalah besar yang sedang dihadapi para pelajar Indonesia.KESIMPULAN dan SARANSampah selalu menjadi persoalan rumit dalam masyarakat, karena kurang memiliki kepekaan terhadap lingkungan. Menurut sumber di atas sampah digolongkan menjadi sampah organik dan non-organik. Sampah bila tidak dikelola dengan baik akan mengundang banyak penyakit dan merusak lingkungan. Saran saya adalah sampah harus diolah dan di daur ulang. inti dari solusi sampah adalah semuanya dimulai dari diri kita sendiri dan membudayakan untuk melakukan kerja bakti di lingkungan masing-masing dan yang terakhir adalah selalu mengingatkan diri sendiri, keluarga, dan teman untuk melakukan hal-hal yang saya sebutkan.Diposting oleh annazigans di 13.36 | Label: Bahasa Indonesia 1 | 2 komentar | Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook |
-
- Paragraf deduktif merupakan paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf.
- Paragraf induktif merupakan paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf.
Contoh paragraf deduktif :
- Kebersihan sangat menjadi masalah di sekolah. Ini terjadi karena banyak murid-murid yang tidak sadar akan kebersihan. Padahal “kebersihan adalah sebagian dari iman”.
- Ada juga perda penyelenggaraan pendidikan. Aturan itu juga menggariskan sejumlah kebijakan baru di bidang pendidikan. Misalnya, alokasi bantuan personal kepada sisiwa SD, SMP, SMA/MK swasta. Dengan alokasi itu, siswa tidak mampu tidak perlu khawatir memikirkan biaya membeli seragam, hingga buku tulis. Sebab, pemkot akan menanggung dalam bentuk barang.
- Maka dari itu saya sangat setuju dengan adanya kegiatan kerja bakti seminggu sekali. Karena, jika lingkungan hidup bersih maka kita juga akan sehat.Maka dari itu, kegiatan kerjabakti sangat penting di lingkungan sekolah.
- Dalam APBD 2012, terungkap dana tersebut mencapai RP 248 juta. Berdasar alokasi anggaran, sosialisasi sedianya dilakukan terhadap dua ribu orang. Namun, sampai sekarang dana itu masih utuh alias tak terpakai sama sekali.
Diposting oleh annazigans di 10.59 | Label: Bahasa Indonesia 1 | 0 komentar | Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook |























