Rss Feed
    Tampilkan postingan dengan label Konsep Sistem Informasi Lanjut. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Konsep Sistem Informasi Lanjut. Tampilkan semua postingan
  1. Customer Relationship Management (CRM)

    Senin, 07 November 2016

    Pemahaman CRM
    CRM atau Customer Relationship Management merupakan strategi dan usaha untuk menjalin hubungan dengan pelanggan dan memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan. Dengan memanfaatkan CRM, perusahaan akan mengetahui apa yang diharapkan dan diperlukan pelanggannya sehingga akan tercipta ikatan emosional yang mampu menciptakan hubungan bisnis yang erat dan terbuka serta komunikasi dua arah di antara mereka. Dengan demikian kesetiaan pelanggan dapat dipertahankan dan tidak mudah berpindah ke lain produk dan merek.

    Karakteristik CRM
    1)     Visi CRM
    Pernyataan Visi dibutuhkan bagi Organisasi sebagai arah tujuan Perusahaan serta acuan dalam upaya pencapaian tujuan Perusahaan. Melalui Board of Directors artikulasi Visi tersebut harus diketahui dan dipahami oleh setiap elemen organisasi dan pada setiap level manajemen perusahaan.
    2)     Strategi CRM
    Bersaing dengan Kompetitor dalam memperebutkan dan mempertahankan Pelanggan tidak cukup hanya dipenuhi dari sekedar melalui pernyataan Visi suatu Perusahaan. Visi tersebut harus di transformasikan menjadi Strategi Perusahaan yang mampu menjawab kebutuhan Pelanggan, mengetahui kapabilitas internal perusahaan serta memiliki komitmen dalam memberikan Pelayanan yang terbaik.
    3)     Consistent Valued-Customer Experience
    Aktivitas pada elemen ini memastikan bahwasanya proposition memiliki nilai bagi Pelanggan dan Perusahaan, mendapatkan market position dan konsistensi pelayanan pada setiap channel yang digunakan.
    4)     Organizational Collaboration
    Elemen ini melibatkan transformasi budaya perusahaan, struktur dan perilaku dari setiap pegawai dan Unit Organisasi, Mitra, Supplier dalam bekerjasama memenuhi kebutuhan Pelanggan.
    5)     CRM Processes
    Cakupan dari kegiatan ini melibatkan manajemen dalam hubungannya dengan customer life cycle, analysis dan knowledge management.
    6)     CRM Information
    Berdasarkan data berkualitas yang dikumpulkan dari berbagai sumber diolah menjadi informasi yang akurat dan up-to-date untuk dipergunakan sebagai basis dalam proses pengambilan keputusan oleh manajemen.
    7)     CRM Technology
    Perusahaan yang sukses pada umumnya memanfaatkan data dan informasi manajemen, aplikasi-aplikasi dalam berhubungan dengan Pelanggan yang didukung oleh arsitektur dan infrastruktur IT dalam menjalankan CRM.
    8)     CRM Metrics
    Pengukuran kinerja berdasarkan tolok ukur dari sudut pandang internal maupun internal dalam implementasi CRM merupakan hal penting yang harus dapat dilakukan oleh system tersebut.

    Arsitektur Pengembangan CRM

    dealer3.jpg
    CRM – Marketing
    Hubungan antar bagian ini dibutuhkan pada saat pengiriman SMS broadcast ke seluruh pelanggan.
    CRM – Sales
    Hubungan ini terutama untuk penindaklanjutan keluhan pelanggan.
    CRM – Service
    Hubungan ini untuk fasilitas service appointment folder dimana perlu adanya cross-check dengan bagian service (bengkel).
    CRM – Quality Control
    Hubungan ini terutama untuk penindaklanjutan keluhan pelanggan.
    CRM – Shipment
    Hubungan ini terutama untuk penindaklanjutan keluhan pelanggan.
    CRM – Branch Management
    Hubungan ini terutama untuk kegiatan sinkronisasi data antara pusat dan cabang.
     
    Implementasi CRM
    Untuk mengimplementasikan sebuah strategi CRM, diperlukan paling tidak 3 (tiga) faktor kunci yaitu :
    (1)orang-orang yang profesional (kualifikasi memadai),
    (2)proses yang didesain dengan baik dan
    (3)teknologi yang memadai (leading-edge technology).





    sumber1 sumber2

  2. Enterprise Resource Planning (ERP)

    Kamis, 03 November 2016

    PEMAHAMAN ERP

    Perencanaan sumber daya perusahaan atau yang sering dikenal ERP adalah :
    “Sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahaan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi, maupun distribusi di perusahaan yang bersangkutan”

    SEJARAH ERP

    Material Requirement Planning (MRP)
    Manufacturing Resource Planning (MRP II)
    Enterprise Resource Planning (ERP )

    Sistem ERP secara modular biasanya menangani
    - proses :
    - manufaktur,
    - logistik,
    - distribusi,
    - persediaan (inventory),
    - pengapalan,
    - invoice, dan akuntansi perusahaan.

    Ini berarti bahwa sistem ini nanti akan membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas, dan sumber daya manusia.

    KARAKTER SISTEM

    Modul ERP
    a. Modul Operasi
        - General Logistics,
        - Sales and Distribution,
        - Materials Management,
        - Logistics Execution,
        - Quality Management,
        - Plant Maintenance,
        - Customer Service,
        - Production Planning and Control,
        - Project System,
        - Environment Management

    b. Modul Financial And Accounting
        - General Accounting,
        - Financial Accounting,
        - Controlling,
        - Investment Management,
        - Treasury,
        - Enterprise Controlling,

    c. Modul Sumber Daya Manusia
        - Personnel Management,
        - Personnel Time Management,
        - Payroll,
        - Training and Event Management,
        - Organizational Management,
        - Travel Management

    KEUNTUNGAN PENGGUNAAN ERP

    - Integrasi Data Keuangan
    Mengintegrasikan data keungan sehingga Top Management bisa melihat dan mengontrol kinerja keuangan perusahaan lebih baik.

    - Standarisasi Proses Operasi
    Menstandarkan proses operasi melalui implementasi best practice sehingga terjadi peningkatan produktivitas, penurunan inefisiensi dan peningkatan kualitas produk.

    - Standarisasi Data dan Informasi
    Menstandarkan data dan informasi melalui keseragaman pelaporan, terutama untuk perusahaan besar yang biasanya terdiri dari banyak business unit dengan jumlah dan jenis bisnis yang berbeda-beda.

    ARSITEKTUR P ENGEMBANGAN ERP

    A. Latar Belakang
    - Investasi ERP sangat mahal dan pilihan ERP yang salah bisamenjadi mimpi buruk.
    - ERP yang berhasil digunakan oleh sebuah perusahaan tidak menjadi jaminan berhasil di perusahaan yang lain.
    - Perencanaan harus dilakukan untuk menyeleksi ERP yg tepat.
    - Bahkan dalam beberapa kasus yang ekstrem, evaluasi pilihan ERP menghasilkan rekomendasi untuk tidak membeli ERP, tetapi memperbaiki Business Process yang ada.
    - Tidak ada ‘keajaiban’ dalam ERP software. Keuntungan yang didapat dari ERP adalah hasil dari persiapan dan implementasi yang efektif.
    - Tidak ada software atau sistem informasi yang bisa menutupi business strategy yang cacat dan business process yang ‘parah’.

    B. Syarat Sukses
    - Knowledge
    Pengetahuan tentang bagaimana cara sebuah proses seharusnya dilakukan, jika segala sesuatunya berjalan lancar.
    - Experience
    Pengalaman adalah pemahaman terhadap kenyataan tentang bagaimana sebuah proses seharusnya dikerjakan dengan kemungkinan.
    - Pemilihan Metodologi
    Ada struktur proses seleksi yang sebaiknya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dalam memilih ERP.
    Proses seleksi tidak harus selalu rumit agar efektif. Yang penting organized, focused dan simple.
    Proses seleksi ini biasanya berkisar antara 5-6 bulan sejak dimulai hingga penandatanganan order pembelian ERP

    C. Analisa Business Strategy
    - Bagaimana level kompetisi di pasar dan apa harapan
    dari customers?
    - Adakah keuntungan kompetitif yang ingin dicapai?
    - Apa strategi bisnis perusahaan dan objectives yang
    ingin dicapai?
    - Bagaimana proses bisnis yang sekarang berjalan vs
    proses bisnis yang diinginkan?
    - Adakah proses bisnis yang harus diperbaiki?
    - Apa dan bagaimana prioritas bisnis yang ada dan
    - adakah rencana kerja yang disusun untuk mencapai
    objektif dan prioritas tersebut?
    - Target bisnis seperti apa yang harus dicapai dan
    kapan?

    D. Analisa Sumber Daya
    - Bagaimana komitmen top management terhadap
    usaha untuk implementasi ERP?
    - Siapa yang akan mengimplementasikan ERP dan
    siapa yg akan menggunakannya?
    - Bagaimana komitmen dari tim implementasi?
    - Apa yang diharapkan para calon user terhadap ERP?
    - Adakah ERP champion yang menghubungkan top
    management dengan tim?
    - Adakah konsultan dari luar yang disiapkan untuk
    membantu proses persiapan?

    E. Analisa Infrastruktur
    - Bagaimanakah kelengkapan infrastruktur yang sudah ada (overall networks, permanent office systems, communication system dan auxiliary system)
    - Seberapa besar budget untuk infrastruktur?
    - Apa infrastruktur yang harus disiapkan?

    F. Analisa Software
    - Apakah perangkat lunak tersebut cukup fleksibel dan mudah disesuaikan dengan kondisi perusahaan?
    - Apakah ada dukungan layanan dari penyedia, tidak hanya secara teknis tapi juga untuk kebutuhan pengembangan sistem di kemudian hari
    - Seberapa banyak waktu untuk implementasi yang tersedia
    - Apakah perangkat lunak memiliki fungsi yang bisa meningkatkan proses bisnis perusahaan

    IMPLEMENTASI & EVALUASI ERP
    Penerapan ERP
       Pedoman pada saat implementasi ERP:

    - ERP adalah bagian dari infrastruktur perusahaan, dan sangat penting untuk kelangsungan hidup perusahaan. Semua orang dan bagian yang akan terpengaruh oleh adanya ERP harus terlibat dan memberikan dukungan
    - ERP ada untuk mendukung fungsi bisnis dan meningkatkan produktivitas, bukan sebaliknya. Tujuan implementasi ERP adalah untuk meningkatkan daya
    saing perusahaan
    - Pelajari kesuksesan dan kegagalan implementasi ERP.

    SOFTWARE ERP
    - INTACS
    - Acumatica
    - Dynamics AX
    - Compiere
    - Averill AllStock
    - ORACLE
    - JDE
    - BAAN
    - MFGPro
    - SAP
    - COMPIERE
    - Microsoft Dynamics NAV


  3. Supply Chain Management

    Rabu, 26 Oktober 2016


    Supply Chain adalah Sebuah rangkaian atau jaringan perusahaan-perusahaan yang bekerja secara bersama-sama untuk membuat dan menyalurkan produk atau jasa kepada konsumen akhir.

    Dalam sebuah SC terdapat tiga aliran :
     • Material
     • Informasi
     • Dan Uang / dana.

    Struktur SC yang sederhana





















    Supply Chain Management adalah manajemen terhadap aliran antar dan diantara tahapan supply chain untuk memaksimalkan profitabilitas keseluruhan supply chain.

    Supply Chain Dell Computer
    • Ketika customer membeli secara online dari Dell Computer, supply chain  yang terlibat;
       -Pelanggan
       -Web site Dell menerima order pelanggan
       -Pabrik perakitan Dell
       -Pemasok Dell
    • Setelah mendapatkan produk yang dipilih, pelanggan memasukan informasi  order dan membayar. Customers dapat melihat pada Web site untuk mengecek status order
    • Dell’s assembly plant memenuhi customer’s order
    • Dell Computer menerima komponen dari beberapa suplier dan
    memasok produk melalui beberapa transportasi
    • Dell computer tidak memiliki retailer, wholesaler and distributor

    Tantangan dalam Mengelola Supply Chain
    • Kompleksitas Struktur Supply Chain
       -Melibatkan banyak pihak dengan kepentingan yang berbeda-beda
       -Perbedaan bahasa, zona waktu dan budaya antar perusahaan
    • Ketidakpastian
       -Ketidakpastian permintaan
       -Ketidakpastian pasokan: lead time pengiriman, harga dan kualitas
        bahan baku, dll
       -Ketidakpastian internal: kerusakan mesin, kinerjamesin yang tidak
        sempurna, ketidakpastian kualitas produksi dll

    Kesimpulan:
     
    • Supply chain management adalah tentang mendapatkan barang-barang yang tepat ke tempat yang tepat pada waktu yang tepat,efisien dan efektif.
    • Beberapa dari ini "barang" adalah hal-hal fisik, tetapi sama pentingnya adalah informasi dan arus keuangan.
    • Sebagian besar aliran masuk "maju" dalam rantai pasokan, tetapi "arus sebaliknya" juga penting
    • Teknologi memainkan peran penting dalam modern SCM.
    • Banyak organisasi yang menggunakan paket yang dibeli dari perusahaan-perusahaan seperti Manugistics, i2 dan SAP
    • Tapi perusahaan dengan yang paling canggih SCM cenderung untuk mengembangkan sebagian besar dari mereka sendiri kustom sistem
    • Manajemen rantai pasokan yang efektif memiliki integrasi informasi sebagai yayasan.
    • Namun untuk benar-benar memaksimalkan efisiensi dan responsivitas di seluruh rantai pasokan, perusahaan telah bergerak ke arah semacam virtual integrasi strategi Dell mempekerjakan, di mana keputusan-keputusan, kerja, akuntabilitas, risiko, biaya, dan keuntungan yang pindah ke posisi dalam rantai pasokan di mana pengetahuan terbaik dan insentif berada, daripada cara tradisional perusahaan bekerja (misalnya, siapa pun yang memiliki sumber daya menimbun informasi, melakukan pekerjaan, membuat keputusan).

  4. *Business Role*
    Pada awalnya SI diposisikan sebagai alat bantu untuk mengintegrasikan data dan meningkatkan kualitas informasi semata, maka kini SI telah menjadi strategi bisnis yang sangat hebat . Ide dasarnya adalah perusahaan menggunakan SI baik sebagai alat bantu maupun strategi yang tangguh dalam mengintegrasikan dan mengolah data dengan cepat dan akurat serta penciptaan produk layanan baru sebagai daya saing dalam menghadapi kompetisi. Contoh : bidang perbankan, distribusi, telekomunikasi, manufaktur, penerbangan,pendidikan, perhotelan, perdagangan, RS, dll.

    Tahap-Tahap Pembangunan SI

    1. Adanya keinginan yang kuat dan konsistensi untuk membangun aliran data dan informasi yang lancar, sistematis, sederhana dan akurat, mampu memberikan respon dan mengolahnya
    2. Pembangunan jaringan komputer yang mampu mengalirkan data dan informasi dari berbagai terminal
    3. Perluasan jaringan kerja dan pasar melalui pembangunan SI e-business
    4. Mempersiapkan diri memasuki era persaingan global melalui pembangunan SI berbasis peraturan standar internasional.

    *Value of information*

    • Menurut Teori Informasi:
    – Informasi didefinisikan sebagai "pengurangan ketidakpastian"

    Ketidakpastian – Pilihan – Informasi - nilai
    Hal ini penting untuk fokus investasi terhadap informasi dan sistem informasi yang mendukung pengambilan keputusan pada nilai generasi "front-end" dari siklus hidup proyek Pemerintah harus membuat semua Data yang relevan dan Informasi yang tersedia sebagai front-end loading untuk proyek-proyek untuk mengurangi risiko dan dengan demikian memaksimalkan pendapatan dari semua investasi.

    *Business Transformation* 
    BTM menyelaraskan Visi, Nilai Disiplin, Tujuan dan Strategi yang akan dijalankan melalui Bisnis yang Efektif

    Kata-kata kunci dalam menerapkan Transformasi Bisnis Manajemen adalah:
    - Fokus pada Bisnis Unit
    - proposisi nilai yang unik

    Persaingan sekarang menuntut produk bermutu, pengiriman tepat waktu, layanan cepat, purna jual memuaskan dan harga bersaing maka tentunya membutuhkan keunggulan manajemen perusahaan untuk mengelola bisnis dengan ketajaman daya saing yang harus dibangun secara sistematis. Kemampuan membuktikan kepada pelanggan serta publikasi tentang kehandalan manajemen perusahaan menjadi senjata membangun citra perusahaan.

    2 Faktor Business Transformation Management
    1. Kekuatan Intangible Assets
    2. Perubahan Internal perusahaan untuk mengimbangi dan mengatasi persaingan dan tuntutan pasar yang berubah dengan cepat dibeberapa sektor bisnis

    *Internet Technologies*
     
    Dalam istilah sederhana, Intranet adalah istilah deskriptif yang digunakan untuk implementasi dari Internet. implementasi ini dilakukan sedemikian rupa untuk transparan memberikan besar sumber daya informasi dari
    sebuah organisasi untuk masing-masing individu desktop dengan minimal biaya, waktu dan usaha.
     
    komponen utama teknologi Internet :
    1. Protokol komunikasi: kemampuan untuk menghubungkan dan berkomunikasi antara jaringan dan individu
    perangkat desktop.
    2. File Transfer: kemampuan untuk mentransfer file antara titik-ke-titik lokasi.
    3. Mail: kemampuan untuk menyediakan toko-dan-maju satu-ke-satu dan satu-ke-banyak komunikasi antara
    individu atau kelompok.
    4. Web Browsing:kemampuan untuk memberikan akses ke informasi pada satu ke banyak atas dasar permintaan.
    5. Emulasi Terminal: kemampuan untuk mengakses infrastruktur aplikasi.
    6. User Interface: kemampuan untuk meningkatkan kompleksitas teknis

    Kesimpulannya :
    Komunikasi adalah kunci untuk kesuksesan bisnis, pemanfaatan Intranet adalah kunci untuk efektif dan efisien


    *Business Strategy*

     
    Merancang Strategi Sistem Informasi E-business
    Strategi itu tidak hanya berupa strategi bisnis, melainkan juga melibatkan strategi TI. Strategi perlu disusun dengan cermat karena disusun untuk menjawab tantangan bisnis seperti kompetitor pada satu jenjang atau kompetitor kecil lainnya, produk substitusi dan tuntutan konsumen.
    Strategi juga berfungsi untuk mengelola sumber daya yang terbatas jumlahnya guna meningkatkan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba. SI e-business yang dibangun harus terdefinisi secara jelas dan terinci tentang model bisnis yang akan diterapkan, alur pergerakan data dan informasi, jenis dan model informasi serta penentuan hak akses informasi tsb.
    Strategi TI meliputi penentuan hardware dan software baik sistem maupun aplikasinya. Strategi manajemen informasi meliputi pengelolaan aset baik tenis maupun sumberdaya manusia yang ada. Termasuk penentuan akses sistem, pembuatan sistem password dan validitasnya.




  5. Konsep Pengembangan Sistem informasi

    Kamis, 13 Oktober 2016

    Disini kita mempelajari apa itu konsep dasar sistem informasi, pengembangan sistem informasi, sistem informasi korporasi dan tipe dari SI korporasi

    Sebelumnya telah diketahui bahwa definisi dari informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berarti bagi yang menerimanya.
    dalam bentuk yang lebih kompleks menurut (Turban, Mclean dan Wetherbe, 1999) SI melibatkan banyak user dan memerlukan sarana jaringan yang memungkinkan user yang tersebar diberbagai tempat yang berjauhan dapat berbagi informasi
    dan menurut (Kroenke, 1992) SI memberikan nilai tambah terhadap proses, produksi, kualitas, manajemen, pengambilan keputusan dan pemecahan masalah serta keunggulan kompetitif yang sangan berguna bagi kegiatan bisnis. 
    Faktor yang mempengaruhi bisnis masa sekarang lebih rumit dibandingkan dengan masa lalu adalah : pengaruh ekonomi internasional dan persaingan, perkembangan teknologi, batas waktu yang semakin singkat dan kendala sosial.
    SI dan TI mempunyai interaksi terhadap komponen penting dalam perusahaan yaitu proses bisnis yang mana saling berhubungan dengan struktur organisasi, strategi manajemen, sistem&teknologi informasi serta orang dan budaya nya itu sendiri.
    Menurut (Alter, 1992) 4 peranan penting SI dalam organisasi adalah
    1. berpartisipasi dalam pelaksanaan tugas-tugas
    2. mengaitkan perencanaan-planning
    3. mengkoordinasikan subsistem
    4. mengintegrasikan subsistem

    Pengembangan SI bisa didefinisakan sebagai aktivitas untuk menghasilkan SI berbasis komputer untuk menyelesaikan persoalan organisasi atau memanfaatkan kesempatan yang timbul
    sebagai contoh informasi bagi manajer, dalam menjalankan fungsinya manajer sangan membutuhkan informasi.
    Peranan informasi terhadap keputusan dimana jika dimulai dari tidak ada kepastian, ragu-ragu dan ada nya kepatian maka akan menghasilkan lengkap nya suatu informasi tetapi jika dimulai dengan adanya kepatian lalu ragu-ragu dan tidak munculnya adanya kepastian akan menghasilkan sedikit nya informasi yang diperoleh.
    Siklus Informasi terbagi menjadi Pengumpulan data, Input, Pengolahan data, Output dan terakhir adalah Distribusi.
    Kualitas informasi tersebut ditentukan oleh beberapa faktor yaitu keakuratan dan teruji kebenarannya, kesempurnaan informasi, tepat waktu , relevansi dan mudah serta murah

    Perkembangan SI :
    - SI tradisional dioperasikan dan dikelola secara semi-manual
    - SI berbasis komputer
    - SI berbasis jaringan perkantoran
    - SI lintas platform

    Manfaat yang dapat dipetik oleh perusahaan dengan pembangunan SI, antara
    lain :
    1. Integrasi data dan informasi
    2. Sistem pengorganisasian data memungkinkan sistem bebas redudansi data
    3. Meningkatkan kecepatan dan keakuratan penyusunan laporan manajerial
    4. Meningkatkan kualitas produk dan kecepatan layanan konsumen
    5. Meningkatkan citra perusahaan

    Sistem Informasi Korporasi 
    Sebelumnya kita harus mengetahui apa arti dari korporasi, korporasi adalah perusahaan atau badan usaha yang sangat besar atau beberapa perusahaan yang dikelola dan dijalankan sebagai satu perusahaan besar. 
    Dalam menjalankan fungsinya, sangat membutuhkan manajerial informasi untuk membuat keputusan, mengelola kompleksitas hubungan antara organisasi dan lingkungannya, serta menjadikannya sebagai dasar pengendalian.

    Tipe dari SI Korporasi
    - Pembangunan SI yang terintegrasi berbasis TI
    - Pembuatan SI e-business 

    Tahap-Tahap Pembangunan SI
    mempunyai visi
    1. Adanya keinginan yang kuat dan konsistensi untuk membangun aliran data dan informasi yang lancar, sistematis, sederhana dan akurat.
    2. Pembangunan jaringan komputer yang mampu mengalirkan data dan informasi
    3. Perluasan jaringan kerja dan pasar melalui pembangunan SI e-business
    4. Mempersiapkan diri memasuki era persaingan global melalui pembangunan SI berbasis peraturan standar internasional

    Tahapannya adalah
    1. Membangun sistem pemrosesan transaksi
    2. Membangun SIM berbasis jaringan komputer yang akan mengolah database perusahaan
    3. Membangun SPK untuk mengolah database
    4. Mengembangkan SI yang bersifat lintra platform

     


profil